Pemuda Yang Unggul

Maret 30, 2008 at 9:21 am Tinggalkan komentar

Perjalanan hidup yang selama ini kita jalani semakin lama semakin mengajak kita untuk ikut berkorban lebih tinggi lagi. Bagaimana tidak? Medan kehidupan tempat kita berkancah didalamnya jauh lebih besar dibandingkan dengan kemampuan yang kita miliki. Fenomena perjalanan hidup manusia yang terjadi selama ini tidak lepas dari kenistaan, kerakusan serta keangkuhan yang diperkuat dengan sifat individualistis yang begitu kental melekat pada diri manusia itu sendiri. Mereka sudah tidak mengenal lagi arti dari kebersamaan hidup (ukhuwah), dan tidak sedikit pula dari mereka yang menjadikan agama sebagai sebuah slogan demi mencapai kepentingan hidupnya semata. Hal semacam ini tidak hanya kita temukan pada masyarakat kota yang sikap hidupnya terkadang berlebihan (glamor), tetapi juga sudah terjadi pada masyarakat yang berada di pelosok-pelosok terpencil.

Apa yang tidak bisa kita temukan pada masa sekarang ini dengan perkembangan akal, pola pikir serta daya cipta manusia yang senantiasa berkembang detik demi detik dengan menghasilkan suatu manuver baru yang begitu spektakuler? Kita bisa melihat Amerika sebagai negara super power yang baru-baru ini telah menghebohkan dunia dengan research Mars nya yang bertujuan menjadikan Planet Mars sebagai solusi kehidupan setelah bumi, dan dengan bangga mereka mengatakan “aku adalah sang penguasa dunia”, sehingga banyak dari mereka yang berpaling jauh kebelakang dan yang paling menyedihkan lagi mereka menjadikan hasil karyanya sebagai kekuasaan tertinggi melebihi dari kekuasaan sang pencipta. Jepang, contoh lain, sekarang sudah mengembangkan software yang bisa memproteksi handphone melalui deteksi foto pemiliknya. Lalu bagaimana dengan kita (baca: Islam)?

Akankah kita semakin tertinggal, terpuruk dan tidak mampu bangkit lagi?
Meski para sejarawan sudah memprediksikan bahwa suatu saat kejayaan Islam akan muncul kembali (lebih spesifik lagi, kebangkitan dunia Islam akan muncul di belahan bumi Asia Tenggara), akan tetapi kabangkitan itu tidak akan muncul dengan sendirinya, harus ada elemen-elemen yang membawa angin perubahan itu kedunia praktis. Jika tidak, maka prediksi kebangkitan akan tetap tinggal di dunia ide, tenggelam di alam teoritis.

Dekadensi moral yang melanda remaja kita sekarang ini begitu sangat disayangkan, salah satu dari sekian banyak problematika yang terjadi pada diri mereka bahwa sesuai dengan hasil survei; lebih dari ratusan ribu remaja putri kita sudah hilang kesuciannya, jumlah ini bukanlah jumlah yang sedikit apabila kita melihat kuantitas bangsa kita yang notabene muslim.akankah itu menjadi sebuah cerminan bangsa kita tercinta?! Jangan sampai kita masuk kedalam jurang keterperosokan kedua kalinya, jadikan pengalaman tersebut sebagai sebuah stimulus untuk tetap maju menerjang segala bentuk kedzoliman. Kita harus bangga menjadi bangsa kita sendiri jangan sampai berpaling darinya, dia memerlukan uluran tangan-tangan kita sebagai generasi baru yang pro-aktif merealisasikan cita-cita kejayaannya.

Munculnya generasi baru (pemuda) yang sarat dengan perkembangan ilmu dan berkekuatan iman sangatlah dinanti-nanti. Dengan tampilnya generasi baru ini diharapkan mampu menjadi agent of change yang bisa merubah situasi kehidupan masyarakat yang semakin hari keadaannya semakin terasa menyedihkan serta membangun kembali kejayaan Islam yang pernah dibanggakan. Figur-figur pemuda yang pro-aktif adalah sebagai harapan nyata guna membangun kembali pondasi-pondasi masyarakat yang sudah semakin rapuh ini. Dengan keluasan ilmunya mereka diharapkan mampu memberikan pencerahan dan menuntun umat ke arah kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi. Sedangkan dengan keteguhan imannya, mereka diharapkan mampu membendung berbagai syubhat dan tuduhan yang sering dilancarkan musuh-musuh Islam untuk melemahkan agama ini dari dalam. Berbagai isu keagamaan, perbedaan madzhab, serta interpretasi keliru dari ayat dan hadits sering dijadikan senjata untuk menghancurkan Islam.
Untuk mencapai tujuan-tujuan tersebut tentu dibutuhkan strategi yang jitu.

Ditengah masyarakat yang notabene berbeda watak dan kebiasaannya, kita harus pandai memilah dan memilih cara menghadapi gerak langkah mereka agar tidak terjadi miss-understanding sehingga tidak berbalik arah dari apa yang telah dicanangkan. Sesungguhnya, manusia itu dipandang dewasa manakala ia dapat berlaku bijak terhadap dirinya sendiri; bersikap benar, mampu mengatasi berbagai problematika dan dapat mengantisipasi diri dari nilai-nilai yang dapat merusak akhlak dan kepribadiannya.

Gelora pemuda adalah romantisme perjuangan. Dalam kancah kehidupannya, figur seorang pemuda selalu ingin menunjukkan jati dirinya sebagai manusia yang memiliki sejuta arti dengan memikul beban tanggungjawab yang cukup berat. Ia berusaha memunculkan diri sebagai manusia yang memiliki poweritas tinggi sehingga aura jiwa mudanya benar-benar memancar.

Untuk menunjukkan potensi seorang pemuda, ia harus memiliki dasar-dasar kepribadian yang kuat. Secara ekspilisit Hassan al-Banna (tokoh nomor satu Ikhwanul Muslimin) telah menggariskan dasar-dasar kepribadian tersebut menjadi beberapa point penting yang harus di miliki oleh sang generasi :

Mengetahui, menyadari dan mencanangkan hakikat tujuan hidup.
Seorang pemuda yang ingin terjun kemedan dakwah harus mempelajari kondisi
dunia yang sedang terjadi.Harus siap menghadapi berbagai tantangan dan problematika yang setiap saat menghadangnya.

Acuan yang paling tepat untuk generasi berkekuatan iman adalah teladan para pejuang-pejuang Islam dalam menancapkan panji-panji kebenaran.Satu hal yang menjadi pendorong utama bagi mereka adalah mengetahui
keutamaan tugas suci ini, yakni tugas untuk menanamkan nilai-nilai kebenaran
didalam dada manusia dan menyadarkan akan hakikat kehidupan ini sebenarnya.

Dakwah Islamiyah yang pada saat ini sangat dinantikan oleh masyarakat kita
harus senantiasa ditegakkan dengan memanfaatkan berbagai media yang ada,
baik dalam bentuk media visual (dakwah bil lisan), media cetak, maupun media
elektronik serta media dalam bentuk kerja nyata (dakwah bil hal). Dengan
adanya perkembangan tekhnologi sekarang ini sungguh sangat membantu kinerja
kita untuk bisa masuk pada setiap lapisan masyarakat yang ada, baik itu
masyarakat lapisan bawah, menengah maupun masyarakat tingkat atas.

Dengan iman, ikhlas, himmah/tekad yang kuat serta strategi pelaksanaan yang
matang mari kita kita rapatkan barisan yang renggang, saling merangkul satu
sama lain tanpa mengenal perbedaan ras dan kesukuan untuk membangun bangsa
kita tercinta menuju bangsa yang dihormati dunia, dan menjadikan ummat negri
ini menjadi ummat yang dicintai Sang Maha Pencipta. Amin.

Entry filed under: Tidak terkategori. Tags: .

komentar ”penyebaran(unsur-unsur)kebudayaan KEINDAHAN SALJU

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Trackback this post  |  Subscribe to the comments via RSS Feed


Maret 2008
S S R K J S M
« Sep   Apr »
 12
3456789
10111213141516
17181920212223
24252627282930
31  

Flickr Photos

Station..

Lebih Banyak Foto

Feeds

Blog Stats

  • 223,866 hits

%d blogger menyukai ini: