3.3 UNSUR-UNSUR KEPRIBADIAN:PERASAAN

April 25, 2008 at 9:28 am Tinggalkan komentar

        Manusia merupakn makhluk paling sempurna yang telah diciptakan oleh tuhan,dibandingkan dengan makhluk lainnya.Karena manusia diciptakan tuhan disertai dengan akal dan perasaan.Manusia akan selalu berkembang dengan akal dan perasaan yang dimilikinya.Namun,menurut Koentjaraningrat:susunan unsur-unsur akal dan jiwa itulah yang menyebabkan dan menentukan perbedaan tingkahlaku atau tindakan dari tiap-tiap individu manusia itu.Inilah yang disebut dengan “kepribadian”atau personality.

 
        Persaan merupakan suatu unsur dari kepribadian yang dimiliki oleh manusia.Perasaan yang dimiliki oleh manusia terdiri dari berbagai macam perasaan.Namun perasaan yang dimiliki oleh manisia juga bisa terjadi setiap saat dalam hidupnya.Menurut Koentjaraningrat:perasaan adalah suatu keadaan dalam kesadaran manusia yang karena pengaruh pengetahuannya dinilai sebagai keadaan positif atau negatif.Jadi perasaan yang dimiliki oleh manisia itu yang dipengaruhi oleh pengetahuannya akan terbentuk dalam suatu bentuk nilai yaitu positif dan negatif.
 
       Misalkan ketika seseorang melihat siaran televisi yang menceritakan tentang kehidupan artis yang penuh kemewahan,penghasilan yang besar,serta dikenal dan diedolakan banyak orang,maka persepsi itu menyebabkan terbayang olehnya suatu gambaran betapanikmatnya jadi artis.Kemudian gambaran itu dihubungkan oleh akal dan pengetahuan yang dimilikinya,dan terbentuklah suatu gambaran lain menjadi suatu apersepsi tentang seandainya dia sendiri yang menjadi artis,yang seakan-akan dirasakannya sebagai suatu kenyataan,seingga ia pun tersenyum dengan sendirinya.Apersepsi seorang individu tadi menimbulkan dalam kesadarannya suatu perasaan yang positif,yaitu perasaan betapa nikmatnya menjadi artis.
 
        Begitupun sebaliknya,kita dapat menggambarkan ketika seorang individu yang meliha suatu hal yang buruk dan tidak menyenangkan,mencium bau busuk,dan sebagainya.Persepsi tersebut dapat menimbulkan dalam kesadaran seorang individu tersebut menjadi perasaan yang bernilai negatif,karena dalam kesadaran dan pengetahuan yang dimilikinya waktu dulu,maka terkenang lagi bagaimana kita menjadi muak ketika melihat sesuatu hal yang tidk kita sukai.Apersepsi ini mungkin dapat menyebabkan kita benar-benar merasa muak apabila kita melihat kembali hal yang tidak kita sukai tadi.Dan apabila kemuakan atau kebencian terhadap sesuatu benda atau hal menjadi sangat besar dan membludak,serta selalu terkenang maka dapat menyebabkan seseorang menjadi pobia.Pobia yaitu perasaan kebencian atau kemuakan yang berlebihan terhadap sesuatu hal atau benda sehingga menyebabkan menjadi rasa takut yang berlebihan.
 
        Sutu perasan yang selalu bersifat sobjektif karena adanya penilaian positif dan negatif tadi,maka biasanya akan menimbulkan suatu kehendak dalam kesadaran tiap individu.Kehendak itu berupa hal yang positif,yaitu setiap individu selalu ingin mendapatkan hal-hal yang memberikan kenikmatan baginya.Danjuga hal yang negatif,yaitu setiap individu selalu ingin menghindari hal-hal yang membawa keburukan baginya.
Suatu kehendak juga bisa menjadi sangat keras,hal ini sering terjadi apabila hal yang dikehendaki itu tidak mudah diperoleh,atau sebaliknya.Demikianlah perasaanyang dimiliki manusia,misalkan seperti yang terjadi sekarang banyak para ilmuan yang ingin pergi ke bulan,planet-planet lain yang susah untuk dicapai,maka dikembangkan lah pengetahuan dan temuan-temuan tentang hal tersebut,untuk mewujudkan kehendaknya.Karena setiap manusia itu juga mempunyai perasaan yang tidak pernah puas dan selalu ingin mendapatkan hal yang lebih.
 
      Apabila keinginan yang masih atau tidak mungkin didapatkan,maka dapat digambarkan oleh manusia dalam bentuk khayalan atau fantasi,dengan khayalan dan fantasi ini manusia dapat merasakan dan menikmati hal apasaja yang diinginkannya.Suatu keinginan dapat pula menjadi lebih besar lagi dan sangat besar.Hal ini terjadi apabila seseorang yang merasakan penasaran karena tidak dapat memperoleh hal yang diinginkannya,bisa sangat bernapsu untuk mendapatkannya,kalau perlu dengan melakukan hal apapun.Perasaan yang seperti ini menurut Koentjaraningrat disebut dengan “emosi”.
About these ads

Entry filed under: Tidak terkategori. Tags: .

KEINDAHAN SALJU KEBANGKITAN YANG PERLU DIWUJUDKAN DI ZAMAN GLOBALISASI

Berikan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Trackback this post  |  Subscribe to the comments via RSS Feed


April 2008
S S R K J S M
« Mar   Mei »
 123456
78910111213
14151617181920
21222324252627
282930  

Flickr Photos

La belleza oculta / The secret beauty

More Photos

Feeds

Blog Stats

  • 161,813 hits

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

%d blogger menyukai ini: