Archive for Maret 30th, 2008

Pemuda Yang Unggul

Perjalanan hidup yang selama ini kita jalani semakin lama semakin mengajak kita untuk ikut berkorban lebih tinggi lagi. Bagaimana tidak? Medan kehidupan tempat kita berkancah didalamnya jauh lebih besar dibandingkan dengan kemampuan yang kita miliki. Fenomena perjalanan hidup manusia yang terjadi selama ini tidak lepas dari kenistaan, kerakusan serta keangkuhan yang diperkuat dengan sifat individualistis yang begitu kental melekat pada diri manusia itu sendiri. Mereka sudah tidak mengenal lagi arti dari kebersamaan hidup (ukhuwah), dan tidak sedikit pula dari mereka yang menjadikan agama sebagai sebuah slogan demi mencapai kepentingan hidupnya semata. Hal semacam ini tidak hanya kita temukan pada masyarakat kota yang sikap hidupnya terkadang berlebihan (glamor), tetapi juga sudah terjadi pada masyarakat yang berada di pelosok-pelosok terpencil.

Apa yang tidak bisa kita temukan pada masa sekarang ini dengan perkembangan akal, pola pikir serta daya cipta manusia yang senantiasa berkembang detik demi detik dengan menghasilkan suatu manuver baru yang begitu spektakuler? Kita bisa melihat Amerika sebagai negara super power yang baru-baru ini telah menghebohkan dunia dengan research Mars nya yang bertujuan menjadikan Planet Mars sebagai solusi kehidupan setelah bumi, dan dengan bangga mereka mengatakan “aku adalah sang penguasa dunia”, sehingga banyak dari mereka yang berpaling jauh kebelakang dan yang paling menyedihkan lagi mereka menjadikan hasil karyanya sebagai kekuasaan tertinggi melebihi dari kekuasaan sang pencipta. Jepang, contoh lain, sekarang sudah mengembangkan software yang bisa memproteksi handphone melalui deteksi foto pemiliknya. Lalu bagaimana dengan kita (baca: Islam)?

Akankah kita semakin tertinggal, terpuruk dan tidak mampu bangkit lagi?
Meski para sejarawan sudah memprediksikan bahwa suatu saat kejayaan Islam akan muncul kembali (lebih spesifik lagi, kebangkitan dunia Islam akan muncul di belahan bumi Asia Tenggara), akan tetapi kabangkitan itu tidak akan muncul dengan sendirinya, harus ada elemen-elemen yang membawa angin perubahan itu kedunia praktis. Jika tidak, maka prediksi kebangkitan akan tetap tinggal di dunia ide, tenggelam di alam teoritis.

Dekadensi moral yang melanda remaja kita sekarang ini begitu sangat disayangkan, salah satu dari sekian banyak problematika yang terjadi pada diri mereka bahwa sesuai dengan hasil survei; lebih dari ratusan ribu remaja putri kita sudah hilang kesuciannya, jumlah ini bukanlah jumlah yang sedikit apabila kita melihat kuantitas bangsa kita yang notabene muslim.akankah itu menjadi sebuah cerminan bangsa kita tercinta?! Jangan sampai kita masuk kedalam jurang keterperosokan kedua kalinya, jadikan pengalaman tersebut sebagai sebuah stimulus untuk tetap maju menerjang segala bentuk kedzoliman. Kita harus bangga menjadi bangsa kita sendiri jangan sampai berpaling darinya, dia memerlukan uluran tangan-tangan kita sebagai generasi baru yang pro-aktif merealisasikan cita-cita kejayaannya.

Munculnya generasi baru (pemuda) yang sarat dengan perkembangan ilmu dan berkekuatan iman sangatlah dinanti-nanti. Dengan tampilnya generasi baru ini diharapkan mampu menjadi agent of change yang bisa merubah situasi kehidupan masyarakat yang semakin hari keadaannya semakin terasa menyedihkan serta membangun kembali kejayaan Islam yang pernah dibanggakan. Figur-figur pemuda yang pro-aktif adalah sebagai harapan nyata guna membangun kembali pondasi-pondasi masyarakat yang sudah semakin rapuh ini. Dengan keluasan ilmunya mereka diharapkan mampu memberikan pencerahan dan menuntun umat ke arah kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi. Sedangkan dengan keteguhan imannya, mereka diharapkan mampu membendung berbagai syubhat dan tuduhan yang sering dilancarkan musuh-musuh Islam untuk melemahkan agama ini dari dalam. Berbagai isu keagamaan, perbedaan madzhab, serta interpretasi keliru dari ayat dan hadits sering dijadikan senjata untuk menghancurkan Islam.
Untuk mencapai tujuan-tujuan tersebut tentu dibutuhkan strategi yang jitu.

Ditengah masyarakat yang notabene berbeda watak dan kebiasaannya, kita harus pandai memilah dan memilih cara menghadapi gerak langkah mereka agar tidak terjadi miss-understanding sehingga tidak berbalik arah dari apa yang telah dicanangkan. Sesungguhnya, manusia itu dipandang dewasa manakala ia dapat berlaku bijak terhadap dirinya sendiri; bersikap benar, mampu mengatasi berbagai problematika dan dapat mengantisipasi diri dari nilai-nilai yang dapat merusak akhlak dan kepribadiannya.

Gelora pemuda adalah romantisme perjuangan. Dalam kancah kehidupannya, figur seorang pemuda selalu ingin menunjukkan jati dirinya sebagai manusia yang memiliki sejuta arti dengan memikul beban tanggungjawab yang cukup berat. Ia berusaha memunculkan diri sebagai manusia yang memiliki poweritas tinggi sehingga aura jiwa mudanya benar-benar memancar.

Untuk menunjukkan potensi seorang pemuda, ia harus memiliki dasar-dasar kepribadian yang kuat. Secara ekspilisit Hassan al-Banna (tokoh nomor satu Ikhwanul Muslimin) telah menggariskan dasar-dasar kepribadian tersebut menjadi beberapa point penting yang harus di miliki oleh sang generasi :

Mengetahui, menyadari dan mencanangkan hakikat tujuan hidup.
Seorang pemuda yang ingin terjun kemedan dakwah harus mempelajari kondisi
dunia yang sedang terjadi.Harus siap menghadapi berbagai tantangan dan problematika yang setiap saat menghadangnya.

Acuan yang paling tepat untuk generasi berkekuatan iman adalah teladan para pejuang-pejuang Islam dalam menancapkan panji-panji kebenaran.Satu hal yang menjadi pendorong utama bagi mereka adalah mengetahui
keutamaan tugas suci ini, yakni tugas untuk menanamkan nilai-nilai kebenaran
didalam dada manusia dan menyadarkan akan hakikat kehidupan ini sebenarnya.

Dakwah Islamiyah yang pada saat ini sangat dinantikan oleh masyarakat kita
harus senantiasa ditegakkan dengan memanfaatkan berbagai media yang ada,
baik dalam bentuk media visual (dakwah bil lisan), media cetak, maupun media
elektronik serta media dalam bentuk kerja nyata (dakwah bil hal). Dengan
adanya perkembangan tekhnologi sekarang ini sungguh sangat membantu kinerja
kita untuk bisa masuk pada setiap lapisan masyarakat yang ada, baik itu
masyarakat lapisan bawah, menengah maupun masyarakat tingkat atas.

Dengan iman, ikhlas, himmah/tekad yang kuat serta strategi pelaksanaan yang
matang mari kita kita rapatkan barisan yang renggang, saling merangkul satu
sama lain tanpa mengenal perbedaan ras dan kesukuan untuk membangun bangsa
kita tercinta menuju bangsa yang dihormati dunia, dan menjadikan ummat negri
ini menjadi ummat yang dicintai Sang Maha Pencipta. Amin.

Add comment Maret 30, 2008

komentar ”penyebaran(unsur-unsur)kebudayaan

Memang seperti tulisan bapa terdahulu bahwa negara kita ini merupakan sasaran empuk para bangsa barat untuk dijadikannya tempat menguras kekayaan baik dari SDA nya maupun SDM nya.kalau dulu memang lebih kasar cara mereka,yaitu dengan cara menjajah negara kita.Yang sampai saat ini masih membekas dan melekat pada masyarakat kita,yang seolah-olah menjadi suatu budaya yaitu siapa yang kaya/berkuasa akan menindas yang lemah.Parahnya hal ini juga dilakukan oleh para pemimpin negara kita yang mestinya mengayomi rakyatnya ini malah menindas rakyatnya,yang selalu menumpuk hartanya entah dengan cara koropsi atau apa lah.Itulah mungkin budaya yang diwariskan bangsa Barat dulu.Namun sekarang ini Bangsa barat itu berbeda caranya dalam menjajah kita sekarang ini,yaitu dengan cara yang lebih halus.Dengan cara mempengaruhipola pikir kita dan akan dijadikannya suatu budaya di negarakita ini.Yaitu gengan cara mewariskan kebiasaan yang buruk seperti pola hidup konsomtif,westernisasi dll.Mereka mewariskan semua itu melalui media yang canggih seperti internet,TV dll.Jadi seolah-olah kalau mengikuti gaya mereka itu udah keren bangget lah.Itulah mungkin budaya buruk yang diterapkan bangsa barat pada negara kita secara halus.Jadi piter-pinter kita saja lah lagi menyaring dan memilah-milihnya.

Add comment Maret 30, 2008

komentar Akulturasi

Sepengetahuan saya bangsa kita ini petama-tama didatangi oleh bangsa Negrito dan Weddid.Bangsa Weddid ini berasal dari pulau Ceylon(srilanka)dan penyebarannya di Palembang,jambi,siak,dan sulawesi.Sedangkan bangsa Negrito ini terdapat di malaka sebagai suku terasing sekarang ini.Baru kemudian dimasuki oleh proto melayu dari yunnan(cina selatan)dan deuteru melayu dari dongsong veitnam utara.Baru kemudian dimasuki oleh para bangsa barat dan para pedagang Arab.MEreka-mereka inilah yang telah mewariskan suatu budaya-budaya kepada kita dalam kurun waktu dan proses yang lama,yang baik secara halus maupuk kasar bentuk dari proses akulturasi budaya tersebut.Kalau dari par saudagar/pedagang arab akulturasi budaya terjadi secara halus,karena mereka berkepentingan sebagai pedagang,oleh sebab itulah agama Islam menjadi dominan di negara kita.Sedangkan dari bangsa barat akulturasi budaya terjadi secara kasar karna melalui penjajahan untuk kepentingan dan keuntungan mereka.Nah,,,darisini saya berkesimpulan bahwa seringnya terjadi koropsi,penyelewengan,dan tindakan tercela lainnya dari para pemimpin negara kita ini mungkin dikarenakan faktor akulturasi budaya dari bangsa-bangsa pendatang terdahulu yang rata-rata para pedagang dan pencari keuntungan sendiri,seperti pedagang arab,pedagang Barat,pedagang cina.Oleh sebab itulah pikiran kita terdoktrin hanya untuk keuntungan dan kepentingan diri sendiri saja tanpa memperdulikan oranglain yang menderita.Kalau istilah orang banjar itu disebut dengan”ITUNG DAGANG”yang penting diri sendiri untung.Bagai mana pa menurut sampean??????

Add comment Maret 30, 2008

SERTIFIKASI;SUATU KEBIJAKAN ATAU ANCAMAN BAGI PARA GURU???

           Seperti yang kita lihat sekarang ini sepertinya pemerintah kita sedang menggalakan suatu program pemajuan di bdang pendidian.Banyak program-program dan kebijakan yang sedang dilakukan pemerintah kita dalam rangka memajukan penddikan kita ini,seperti pemberian dana subsidi terhadap pendidikan,penggalangan wajib beajar 9 thun,pembebasan biaya sekolah,dan yang sering kita liat di TV yaitu pemberian dana BOS(Biaya Operasional Sekolah),dan kebijakan-kebijakan lainnya.Selain itu nampaknya pemerintah kita juga ingin melakukan program pensejah teraan para guru dengan memberukan berbagai tunjangan dan kebijakan.Kebijakan yang diberikan pemerintah terhadap para guru ini yaitu yang kita kenal dengan sebutan SERTIFIKASI.Tujuan pengsertifikasian ini memang cukup baik selain untuk mensejah terakan para guru juga dapat memajukan pendidikan kita,dimana dalam sertifikasi ini seorang guru dituntut untuk lebih proposional dalam bidang nya dan lebih berkompetens lagi.Keproposionalan seorang guru dalam sertifikasi ini tidak hanya dinilai dari segi cara mengajarnya ataupun titel yang didapatnya dalam pendidikannya,namun disini keproposionalan seorang guru juga dipandang dari segi kegiatannya diluar seperti keaktifannya dalam kegiatan ekstra kolekoler, keikut sertaannya dalam penataran,dan melakukan penelitian ilmiah,dan izasah yang dimikikinya,yang semuanya ini juga merupakan prasyarat dalam mengajukan sertifikasi.Apabila seorang guru lulus dalam sertifikasi ini maka ia akan mendapatkan tunjangan gaji sebesar gaji bulanannya.
Memang semuanya ini sepertinya sangat bagus guna kemajuan pendidikan kita,namun bagi sebagian para guru sertifikasi ini menjadi suatu ancaman,dimana selain cara pengajuan dan persyaratnya yang cukup susah yang mana semua persyaratannya itu harus dibuat oleh seorang guru dalam bentuk porto folio.Kendala-kendala seperti ini biasanya dialami oleh para guru yang masih muda,dimana selain mereka masih minim dari segi pengalaman dan juga mereka masih belum memiliki prestasi-prestasi.Selain itu kendala dalam pengsertifikasian ini ini juga dialami oleh para guru yang mengajar dan menetap di daerah-daerah terpencil,bagai mana mareka bisa memenuhi syrat-syratnya sementara keadaan pendidikan di daerah terpencil kita ini masih sangat memprihatinkan,pasilitasnya masih sangat kurang baik dari dana,buku-bukunya,maupun tenaga pengajarnya.
Nah,,,,sepertinya pengadaan sertifikasi ini menimbulkan sedikit dampak negatif yaitu menimbulkan kecemburuan sosoial antar para guru,dan sepertinya juga adanya sertifikasi ini hanya menguntungkan bagi para guru yang mengajar di perkotaan.Maka secara tidak langsung makan menelantarkan pendidikan masyarakat kita yang berda didaerah terpenci,karna para guru akan terobsisi untuk mengajar di perkotaan saja dan melemahkan semangat para guru yang mengajar di daerah pedalaman.

1 comment Maret 30, 2008


 

Maret 2008
S S R K J S M
« Sep   Apr »
 12
3456789
10111213141516
17181920212223
24252627282930
31  

Kategori

Halaman

Arsip

Daftar Blog

Meta

Tulisan Terakhir

Tag

PERAMAL JADI PEMIMPIN Tebak-tebakan

Kategori

Komentar Terakhir

Tulisan Teratas

Pengarang

Flickr Photos

Ring of fire

More Photos

Feed

Kategori Awan

Budaya KARYA ILMIAH Tidak terkategori Tips Menuju Kesuksesan Umum
Watch videos at Vodpod and other videos from this collection.

Spam Blocked

Blog Stats

Klik tertinggi